Whisnu Sakti Resmi Jabat Wali Kota Surabaya Sepekan

Whisnu Sakti Resmi Jabat Wali Kota Surabaya Sepekan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Whisnu Sakti Buana sebagai Wali Kota Surabaya definitif untuk sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (11/2).

Whisnu Sakti Resmi Jabat Wali Kota Surabaya Sepekan

whisnu-sakti-resmi-jabat-wali-kota-surabaya-sepekan

introsphera – Pelantikan ini mengacu terhadap Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-210 Tahun 2021 tanggal 8 Februari 2021 mengenai Pengesahan Pengangkatan Wali Kota dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Wali Kota Surabaya.

“Selamat kepada Wali Kota Surabaya, Bapak Whisnu Sakti Buana menjalankan tugas ini,” ujar Khofifah kala sambutan di sela pengambilan sumpah jabatan sekaligus Pelantikan Wakil Wali Kota Surabaya jadi Wali Kota Surabaya sisa masa periode 2016-2021.

Menurut dia, sejak menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Whisnu Sakti telah melaksanakan banyak hal, terhitung bersinergi dan berbarengan mengupayakan melaksanakan pengendalian Covid-19.

“Kinerja beliau sejak kala tetap masa PPKM, dan saat ini PPMK Mikro. Di segi lain, Pak Wali Kota terhitung memiliki tugas berseiring membangun ekonomi di Surabaya, terutama investasi di Jatim yang PMA-nya tinggi adalah Surabaya,” ucap Gubernur.

Sebelumnya, Whisnu Sakti Buana ditunjuk oleh Khofifah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Surabaya terhadap terhadap 24 Desember 2020 atau pas sehabis Tri Rismaharini dengan kata lain Risama diangkat sebagai Menteri Sosial RI.

Sementara itu, Whisnu Sakti Buana berkomitmen menjalankan amanah, terhitung target menjadikan “Kota Pahlawan” jadi zona kuning (risiko rendah), lebih-lebih zona hijau (tak berisiko) Covid-19.

“Kami terhitung berkomitmen untuk menjadikan di masa PPMK Mikro ini sebagai momentum menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama di tingkat UMKM,” kata WS, sapaan akrabnya.

“Pada keadaan PPMK Mikro ini, UMKM wajib bergerak. Kampung-kampung tangguh di Surabaya wajib memberdayakan pedagang, terutama di mikro kecil dan menengah di sana,” ia menambahkan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyatakan masa jabatan Whisnu cuma kurang lebih sepekan, yaitu habis terhadap 17 Pebruari 2021.

“Dengan demikianlah Pak Whisnu terhitung sebagai Wali Kota Surabaya cuma sepekan. Bahkan kecuali dihitung hari kerja efisien cuma tiga hari, yaitu hari ini (saat dilantik), selanjutnya Senin dan Selasa pekan depan, sebab Jumat (12/2) besok tanggal merah,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, DPRD Surabaya melalui rapat paripurna terhadap 28 Desember 2020 atau hampir 1,5 bulan selanjutnya telah mengusulkan pegangkatan wakil wali kota sebagai wali kota definitif ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), usai Risma diangkat jadi Mensos.

“Saat itu, saya menghendaki Pak Whisnu telah ditetapkan dan dilantik sebagai wali kota definitif awal Januari 2021,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, kewenangan penetapan SK pengangkatan sebagai wali kota definitif jadi kewenangan Mendagri.

Mendadak

Whisnu Sakti Buana mengaku dikabarkan secara mendadak mengenai pelantikannya sebagai wali kota definitif. Politikus PDI-Perjuangan itu pun menyebut tak ada persiapan khusus.

“Ndak ada persiapan, ini semua mendadak, saya baru dikabari Bu Gubernur (Khofifah) tadi malam,” kata dia, Kamis (11/2).

“Jadi ya siap enggak siap, saya berangkat ke Grahadi, saya ditunggu ini untuk geladi bersih,” lanjutnya.

Pada pelantikan tersebut, turut datang Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, serta lebih dari satu kepala organisasi perangkat area di lingkungan Pemprov setempat.

Selain itu, datang terhitung Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono, Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum dan lebih dari satu pejabat Forkopimda setempat.

Pelaksanaan sistem pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan terhitung menerapkan protokol kesehatan ketat, terhitung halangi tamu undangan yang hadir.

Sosok Whisnu, yag mendampingi Risma sepanjang dua periode, sempat digadang-gadang maju sebagai calon wali kota di Pilkada Surabaya 2020.

Namun, namanya terhempas lantaran DPP PDIP memilih mengusung kader non-partai Eri Cahyadi sebagai calon yang mereka usung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *