KPU Bandar Lampung Kaji Diskualifikasi Pemenang Pilkada

KPU Bandar Lampung Kaji Diskualifikasi Pemenang Pilkada – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung tetap mengupas putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mendiskualifikasi pasangan calon pilkada yang terhitung peraih suara terbanyak, yakni Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

KPU Bandar Lampung Kaji Diskualifikasi Pemenang Pilkada

kpu-bandar-lampung-kaji-diskualifikasi-pemenang-pilkada

introsphera.com – KPU Kota Bandar Lampung mengonsultasikan putusan Bawaslu itu dengan KPU Lampung pada hari ini, Kamis (7/1).

“Atas putusan Bawaslu, kami konsultasikan dulu mengenai tindak lanjut KPU Kota dikarenakan ini putusan yang terlampau mengejutkan,” kata Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Dedy Triadi, Kamis (7/1).

“Tapi putusan ini kami hargai, oleh dikarenakan itu kami (KPU) Kota wajib menindaklanjutinya,” sambungnya.

Dalam pertemuan, bagian KPU Bandar Lampung yang datang antara lain Robiul, Ika Kartika, Fery Triatmojo dan Hamimi serta Dedy Triadi.

Sementara bagian KPU Provinsi Lampung yang datang yakni Erwan Bustami (Ketua), judibolalive99 Ismanto, Ali Sidik, Titiek Sutriningsih, Antonius, M. Tio Aliansyah dan Agus Riyanto.

Mereka terhitung sempat berkonsultasi dengan sejumlah bagian KPU RI yang datang secara daring.

Dedy menegaskan bahwa KPU Kota Bandar Lampung wajib menindaklanjuti saran Bawaslu cocok Pasal 135 ayat 4 UU nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada. Akan tetapi, dia ingin konsultasi terlebih dahulu.

Dedy mengatakan langkah sesudah itu tengah dipertimbangkan dengan terlampau hati-hati.

“Ya waktunya dalam tiga hari kerja setelah putusan tersebut. Ini yang kami terlampau dalam pengambilan keputusannya itu, memperhitungkan semua aspek,” ucapnya.

Sementara Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami mengatakan pihaknya tetap menunggu panduan dari KPU RI. Dia terhitung sudah terima salinan putusan Bawaslu Provinsi Lampung Nomor: 02/Reg/L/TSM-PW/O8.00/XII/2020 .

“Pada prinsipnya, kami memberikan kepada Ketua KPU Bandar Lampung. Saat ini kami tetap menunggu hasil konsultasi dan jawaban tertera dari KPU RI,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung memastikan untuk mendiskualifikasi paslon nomor 3 Pilkada Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

Dalam sidang putusan yang digelar Rabu (6/1), sidang majelis Bawaslu memastikan terjadi pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) Pilkada Bandar Lampung 2020.

Eva Dwiana-Deddy Amarullah sendiri pada mulanya dinyatakan sebagai paslon peraih suara terbanyak, yakni 249.241. Mereka mengalahkan Rycko Menoza-Johan Sulaiman dan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *